VIVAnews – Saat ini, teknik hacking kembali ke metode yang paling sederhana dan populer, yakni password guessing atau tebak password. Teknik ini kembali populer seiring mewabahnya situs jejaring sosial seperti Facebook.

Tren tersebut diungkapkan oleh Richardus Eko Indrajit, Ketua Pelaksana ID SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) pada jumpa pers Eset Computer Security Outlook 2010, di Jakarta, 13 Juli 2009.

Korelasinya, menurut Eko, dalam sebuah akun Facebook seseorang, sering ditemukan rahasia-rahasianya di masa lalu, baik tentang pacarnya di masa lalu, nama kucing pertamanya, dan sebagainya. Hal ini, kemudian dihubungkan dengan password hint yang ada pada akun email seseorang tersebut.

“Kita bisa tahu apa passwordnya dengan membuka password hint yang bisa diakses melalui ‘forget your password’. Biasanya, pertanyaan di situ adalah seputar masa kecil si empunya akun,” kata Eko. “Dengan begitu, hacker bisa dengan gampang mengkroscek ke halaman profilnya di Facebook,” ucapnya.

Teknik ini dipermudah lagi dengan bantuan teman-teman korban yang seringkali mengupdate halaman profilnya dengan informasi-informasi seputar masa mudanya. Padahal, menurut Eko, teknik ini merupakan teknik hack paling mendasar, yang sempat populer di era 80-an. “Ketika kita mendapatkan password-nya, ‘selesai’ sudah orang itu,” kata Eko.

Eko mengatakan, teknik sederhana ini mengingatkan kita agar lebih waspada dan selektif dalam mengupdate halaman profil kita di Facebook atau situs jejaring sosial manapun.

“Jaman sekaran, nge-hack juga bisa dilakukan tanpa harus belajar susah-susah dan membaca puluhan buku tebal,” kata Eko. “Dengan logika sederhana saja, sebenarnya semua orang bisa melakukan hacking seperti password guessing,” ucapnya.